• Home
  • NEWS
  • Pernapasan Diafragma | Horn line | Teknik Bernyanyi

Pernapasan Diafragma | Horn line | Teknik Bernyanyi

pernapasan-Diafragma

Pernapasan Diafragma | Horn line | Teknik Bernyanyi


 

Pernapasan diafragma dalam marching band khusus nya horn line dan teknik suara atau vocal dalam bernyanyi

pernapasan-diafragmaPernapasan diafragma merupakan salah satu teknik pernapasan yang digunakan dalam horn line maupun bernyanyi, seperti yang kita tahu  nafas adalah penggerak utama dari suara. Kuatnya nafas dapat menimbulkan dan menciptakan getaran sebagai sumber dari pada “ Bunyi “.

Selain itu nafas juga sebagai Vitamin yang paling ampuh untuk menyehatkan suara. Makanya Dalam bernyanyi maupun dalam meniup alat-alat di horn line seperti trumpetmellophonebaritonetuba, tromboneeuphoniumpernafasan harus dilatih dengan baik dan teliti.

Oke lah kalau begitu saya akan menjelaskan dengan singkat  3 ( tiga ) jenis pernafasan yang Masing – masing mempunyai kelebihan dan kelemahan tersendiri.

Pernapasan yang pada saat mengambil / menarik nafas, dilakukan dengan mengangkat bahu untuk mengisi paru-paru. Cara seperti ini tidak begitu baik, karena nafas yang dihasilkan dangkal dan mengakibatkan kalimat jadi terputus-putus.
Pernapasan yang dilakukan dengan membusungkan dada pada saat menarik nafas untuk mengisi paru-paru. Cara seperti ini juga tidak begitu baik, karena jadi terkesan cepat lelah dan akibatnya suara jadi tidak stabil dan terputus-putus.
Pernapasan diafragma yang juga Lazim kita sebut atau dengar sebagai pernafasan rongga perut. Yaitu menarik / mengambil nafas untuk mengisi paru-paru dengan mengembangkan rongga perut atau diafragma, serta mengembangkan tulang rusuk. Cara inilah yang terbaik yang dilakukan untuk Meniup trumpet serta alat lain nya dalam Horn line dan bernyanyi, karena akan menghasilkan nafas yang panjang, ringan, santai dan produksi suara lebih bermutu. Dengan pernafasan diafragma penyanyi atau peniup Trumpet dan alat horn line lain nya dapat leluasa dalam berekspresi karena tidak ada tekanan dan desakan dalam pernafasan.

Nah setelah membaca penjelasan singkat tentang 3 jenis pernapasan diatas sekarang baru “sadar” kan bahwa pernapasan yang paling baik untuk digunakan adalah Pernapasan Diafragma dan kenapa pelatih kita baik itu di marching band maupun pelatih vocal kita menggembleng kita buat belajar pernapasan melulu yang merupakan  faktor mendasar dalam memproduksi suara.

yah saya akuin sih emang buat saya sendiri melatih pernapasan itu adalah salah satu hal yang paling melelahkan dan membosan kan selain harus pergi belanja bahan makanan ke pasar tradisional jam 4 pagi :)

Trus gimana cara nya biar kita tau kalau pernapasan yang kita lakuin itu uda baik dan oke serta menggunakan pernapasan diafragma om?

Okee saya jawab, yang pertama saya bukan “om-om” saat menulis artikel ini saya masih muda dan bujangan alias belum nikah,hehehe

 

  • Dengan berdiri santai, badan lurus, sambil meletakkan ujung jempol jari di ujung tulang rusuk terbawah. Tariklah nafas melalui hidung dengan cara perlahan atau dengan cepat, dan rasakan bahwa jempol kamu tadi terdorong kesebelah luar, sebagai reaksi dari melonggarnya tulang iga. Jika telah terasa penuh, kemudian nafas tadi dikeluarkan dalam bentuk senandung vocal “a” atau konsonan “s” ataupun dengan hitungan. Yang jelas bukan dengan cara mendorong, tapi mengeluarkan nafas sehemat mungkin.
  • Dengan posisi tidur terlentang lurus dan kedua tangan diletakkan sejajar dengan tubuh. Letakkan beberapabenda seperti buku diatas perut sebagai beban dan tariklah nafasseperti bagian “a” diatas serta rasakan bahwa beban diatas perut terangkat keatas, juga rasakan tulang rusuk ikut mendorongnya. Jika telah terasa penuh, keluarkan lagi seperti yang “a” tadi.
  • Dengan posisi apa aja boleh, cobalah mengambil nafas dengan cepat dan dalam melalui mulut, dan kerasa nafas yang dingin di dalam mulut atau dinding mulut serta bibir kamu yang sexieh krasa kering. Setelah itu angkat tangan kamu tangan kiri atau kanan ga masalah dengan posisi bagian telapak tangan didepan bibir dan telapak tangan bagian bawah menghadap depan, lalu hembuskan udara yang kamu hirup tadi dan hembuskan, kalau kerasa anget ditangan berarti nafas diafragma kamu sudah benar artinya tinggal menguatkan otot diafragma saja, boleh dilakukan di area kulit yang sensitif buat ngetes pernapasan diafragma ini asal pehlisss bgt jngan lakukan di tengkuk atau bagian leher belakang temen mu, kesian nanti doi masuk angin .
  • Cara terakhir paling simpel, coba liat perut kamu saat bernapas, kalau pernapasan diagframa kamu bener perut kamu akan mengembang pas kamu ngambil napas dan mengempis saat mengeluarkan/menghembuskan napas.
  • coba kembangkan otot diafragma sambil ambil nafas dari mulut seperti sedang menguap, tahan 3 hitungan, lalu ucapkan satu (1) sampai sepuluh (10) sambil menahan otot diafragma tetep mengembang. Usahakan otot2 di seputer leher rilex tidak tegang dan dalam mengucapkan bilangan satu s/d sepuluh tetap santai seperti berbicara sehari2 (tidak ngeden). Setelah hitungan ke sepuluh rilexkan/kendurkan otot diafragma dan ambil nafas seperti biasa lalu buang nafas.
  • Kemudian coba lagi ambil nafas dari mulut seperti sedang menguap sambil kembangkan otot diafragma (rusuk ikut mengembang), tahan 3 hitungan, lalu bunyikan "ssss ..." sampaii nafas habis otot diafragma diusahakan tetap mengembang. Setelah itu kendurkan otot diafragma dan ambil nafas seperti biasa lalu buang nafas.
  • Coba ambil nafas dengan cara pernapasan diafragma seperti di atas, lalu keluarkan/tiupkan bunyi "sss", "sss", 'sss" ... (staccato) dengan cara memompa bersamaan dengan mengembangnya otot diafragma. Setelah itu relax dan ambil nafas santai seperti di atas.
  • Ambil nafas dari mulut sambil kembangkan otot diafragma, lalu keluarkan sambil kempiskan otot diafragma. Lakukan dengan tempo semakin cepat sampai seperti anjing sedang ngos2an.
  • Hitung dalam hati 3 hitungan, lalu bunyikan/tiupkan sekeras2nya dengan bunyi "sysysysysy ... " (seperti pada kata 'syair') dengan dorongan dari otot diafragma. Otot2 leher tidak boleh ikut tegang (bisa dibantu dengan posisi kepala menunduk supaya otot leher tidak tegang).

 

pernapasan-diafragma-3

Upayakan selama latihan Pernapasan diafragma jauhi makanan yang berminyak (gorengan) serta hindari makanan yang terlalu pedas dan juga minuman yang terlalu dingin dan terlalu manis.
Minum air putih (yang tidak terlalu panas dan tidak terlalu dingin) sesering mungkin.

Oke semoga arikel tentang cara melakukan dan tips/latihan pernapasan diafragma ini bisa membantu, mohon maaf klo ane ada salah-salah kata yee, sebaik nya tehnik ini ditanyakan dulu kepada pelatih-pelatih Horn line atau guru vocal anda terlebih dahulu karena mereka lebih paham dan mengerti dibanding saya, terima kasih dan selamat mencoba

Ditulis oleh : Aditya benhardi Raintung

cara melakukan dan tips/latihan pernapasan diafragma

LEAVE A COMMENT

We do not share your information with anyone else or publish your email. *Required fields.

  • Power & Designed By MAGINDO
    Antz © 2013